Senin, 09 Mei 2016
Perjalanan
Masi belum bisa move on dari AADC hehehe. Satu kalimat yang belum bisa ilang "ratusan purnama berlalu, tapi cinta tak pernah berlalu". Sama halnya seperti Cinta dan Rangga. Mungkin awalnya apa yang dilakukan Rangga itu jahat. Eits eits tapi jangan menghakimi dulu. Mungkin banyak hal di dunia ini yang gak kudu dijelasin tetep jadi rahasia semesta. Apapun kehendak alam. So, banyak hal yang gak harus dijelaskan dan gak harus dipahami serta gak harus dimengerti. Sama halnya dengan apa yang dialami Cinta. Barangkali Cinta masih butuh penjelasan dari Rangga. Kadang ketika ingin melanjutkan hidup kita masih butuh penjelasan dari masa lalu supaya ketika menapaki hidup jadi lebih tenang. So, jalani hidup dengan seoptimis mungkin, apa pun yang mengganjal segera diclearkan. Toh hidup kudu tetep ngalir
Jumat, 28 Agustus 2015
The Truly Freedom
Ingin rasanya bisa terbang. Kalopun gak bisa terbang, aku mau terjun bebas dari ketinggian. Imajinasiku: ada sebuah jembatan panjang, tinggi, juga kokoh. Aku berdiri di tengahnya. Berikatan tali yang kuat, aku terjun. Sungai yang jernih pun menyambutku. Byur. Fresh. Dingin. That is the truly freedom. Where is it? Ada saatnya juga aku ingin melayang, mengepakkan sayap ku di langit. Memandang ke bawah. Tersenyum mengejek pada mereka yang di bawah. Look at me. I am free. Terus kukepakkan sayapku hingga aku menemukan puncak tertinggi, puncak terindah. Sunyi. Terang. Damai. Where is it? Jika kutelusur lebih jauh, hanya satu yang membuat segalanya belum mungkin yaitu selama kaki ini masih menginjak bumi. Selama itu juga The Truly Freedom gak akan pernah ada. Karena sesungguhnya kita hanya bisa beristirahat dengan tenang ketika kita sampai di rumah. Dan kita belum sampai rumah yang sesungguhnya.
Sabtu, running test, lotte 2
Sabtu, running test, lotte 2
Kamis, 27 Agustus 2015
Job #1
Beberapa hari ini, banyak hal yang bener bener menyadarkanku bahwa hidup tak pernah terlihat benar. Why. Sekalipun kita uda jalan di jalan yang lurus, patuh sama rambu2 lalu lintas tetep aja ada orang yang gak sepaham sama kita. So complicated manusia itu. Gak ngerti lagi. Meskipun pengalaman hidupnya lebih banyak gak menjamin seseorang itu lebih bijak dalam mengambil keputusan. Kadang, gak habis pikir, why. Dan aku sekarang setuju kalo hidup itu emang kayak di hutan rimba. Siapa yang kuat, dia yang menang. What is the solution? Simple aja. Tetep senyum meski pahit. Biar pahit hanya milik kita. Ngadu, ngeluh sama Allah aja. That is the solution.
Selasa, 30 Juni 2015
Ramadhan
Tak terasa sudah hari ke-13 ramadhan, yuk cek sejauh mana ngaji nya, sdah sejauh mana hafalannya, tarawihnya. Kadang bagi sebagian orang ramadhan hanya sebagai rutinitas tahunan, dimana puasa hanya sebagai ceremonial. Jangan sampai hal seperti itu terjadi sama kita.
Pada hakikatnya, seruan berpuasa hanya ditujukan untuk orang-orang beriman, bukan orang islam. Ya ayyuhalladzina amanu bukan ya ayyuhannas. Ibaratkan ramadhan sebagai kekasih yang selalu kita tunggu kedatangannya. Bayangkan saja jika seorang kekasih akan datang pasti kita akan mempersiapkan segala sesuatunya. Sedetail-detailnya. Kita sambut dengan senyuman, dengan pakaian terbaik. Pakaian tersebut adalah ketaqwaan. Dan ketika kekasih akan pergi, pasti kita akan mengantarkannya sampai ke depan pintu dengan senyum penuh haru bahkan dengan tangis. Berharap tahun depan bertemu kembali.
Yuk masih tersisa 16 hari lagi bersama ramadhan, mari kita bersamai kekasih kita, selagi kita masih bersama. Be good one.
Selasa, 09 Juni 2015
Friendship
Awalnya dulu kita tak pernah saling kenal
Menyapa pun tak pernah
Tapi seiring bergulirnya waktu
Kita saling melempar senyum
Saling bertegur sapa
Saling mengucapkan salam
Kita bercerita tentang kisah, kasih, dan kehidupan
Kita menghabiskan waktu bersama
Tapi, kita punya kehidupan masing-masing
Dan waktulah yang memberikan pilihan
Sekarang kita saling menjauh
Mengejar mimpi-mimpi
Karena mimpi kita tak pernah sama
Selamat mengejar impianmu, teman
Karena kisah kita tak berhenti disini, bukan
See You On Top, Friend
Menyapa pun tak pernah
Tapi seiring bergulirnya waktu
Kita saling melempar senyum
Saling bertegur sapa
Saling mengucapkan salam
Kita bercerita tentang kisah, kasih, dan kehidupan
Kita menghabiskan waktu bersama
Tapi, kita punya kehidupan masing-masing
Dan waktulah yang memberikan pilihan
Sekarang kita saling menjauh
Mengejar mimpi-mimpi
Karena mimpi kita tak pernah sama
Selamat mengejar impianmu, teman
Karena kisah kita tak berhenti disini, bukan
See You On Top, Friend
Sabtu, 06 Juni 2015
Waiting
Menunggu itu gak pernah terlambat. Aku yakin saat ini ada ribuan bahkan jutaan orang sedang menunggu. Entah menunggu jawaban, menunggu seseorang, atau menunggu apapun. Proses penantian memang tidaklah mudah. Namun, satu hal yang harus diingat, isilah penantian kalian dengan hal yang bermanfaat. Why. Karena jika apa yang kita nantikan tak pernah sama dengan apa yang kita harapkan, maka akan selalu ada hal bermanfaat lainnya yang kita peroleh. Karena proses penantian tak selalu indah, bukan.
Got Trapped
Dan kita pernah bercerita tentang kehidupan masing-masing. Cerita yang selalu mengisi hari-hari. Namun selalu ada kalimat yang mengakhiri sebuah cerita. Kadang kita gak mau ada kalimat itu. Tapi sebuah cerita selalu ada akhirnya bukan. Itulah kehidupan. Dimana kita harus mengikhlaskan apa yang kita inginkan tapi Tuhan tak ijinkan. Berat. Kalau gak berat bukan ikhlas namanya. Karena mengikhlaskan gak pernah semudah apa yang diucapkan.
Jumat, 31 Oktober 2014
curahan hati seorang jobseeker
galau. mungkin salah satu kata yang mampu menggambarkan perasaan para jobseeker. menjelang wisuda ada temen yang nganjurin "buruan cari kerja dha, curi start gitu biar ntar abis wisuda langsung dapet kerja". dengan santainya "belum ada passion e". alhasil sampe dua bulan setelah kelulusan, kerja masi dalam angan-angan. gak ngerti lagi harus gimana. tiap hari kerjaannya ngecek email barangkali ada panggilan kerja. tiap hari ngecek hape. tapi yang ada cuma sms dari ayang indosat huhuhu. rutin tiap minggu ke warnet nongkrongin mas mas warnet ups. maksudnya cari info loker. mulai dari web resmi perusahaan sampe web web gak jelas asal usulnya sampe akhire nyangkut nongkrongin facebook. akhirnya kepo keterusan. mulai dari swasta sampe yang negri nyangkut di setengah negri. aduh, kalo belum rezeki mau dikejar sampe jungkir balik trus jungkir lagi tetep aja gak dapet. toh semua uda ada timeline nya di lauhul mahfudz #nyenenginhatisendiri.
sebagai mantan mahasiswa yang sok sibuk saya sebagai warga rumah yang baik tak mau berdiam diri. akhirnya aku mulai menyibukkan diri sendiri dengan yang namanya anak rumah tangga dadakan yang terlatih alias nginem di rumah sendiri. tak apalah belajar jadi calon ibu yang berkomitmen tinggi. selain itu, buat nambah uang jajan akhirnya aku memutuskan untuk ngajar les. berbekal ilmu yang saya pelajari waktu sekolah dulu, aku memutuskan untuk mengajar sd dan sma. walaupun belum bisa ngasi uang banyak ke orangtua tapi tak apalah sedikit sedikit lama lama tetep belum banyak juga huhuhu.
satu lagi yang gak mungkin ditinggalin sama para jobseeker adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. pagi siang malem balik lagi ke pagi siang lagi dan malem lagi. berdoa semoga diberikan yang terbaik.
itu sedikit cerita dari seorang jobseeker.
Minggu, 14 Oktober 2012
ketika dunia begitu mempesona
Yogyakarta,
30 Oktober 2011
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupamu dan
hartamu tetapi Allah melihat pada hatimu dan amalmu”
Fitrah manusia adalah
memiliki sifat penghambaan. Pada dasarnya manusia ingin bahagia di dunia dan
akhirat. HAPPINESS. Rasa aman, rasa tenteram, dan damai yang haqiqi tidak ada
dalam dunia. Dunia itu fatamorgana, hanya terlihat oleh mata namun sebenarnya
hanyalah sebuah bayangan belaka. Dunia itu fana. Dan dunia tidak akan pernah
keluar dari sifat duniawinya.
Umat Islam sekarang
memandang dunia itu BESAR. Padahal dunia itu bukan apa-apa, dunia adalah sarana
kita untuk memupuk amal kebaikan sebanyak-banyaknya. Kebanyakan manusia
menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya. ASTAGHFIRULLAH. Kita telah tersesat
jika menjadikan dunia puncak kesenangan. Solusinya adalah “Hadirkan Kepentingan
Akhirat dalam Hidup Kita”
Contoh-contoh riil dalam
hidup kita: seperti seorang pedagang yang takut merugi dari hasil penjualannya,
seorang artis yang takut hilang kepopulerannya, dan sebagainya. Mengapa hal ini
bisa terjadi??? Sebuah tanda tanya bagi kita KENAPA. Karena mereka telah menjadikan dunia sebagai tujuan
hidupnya, mereka telah lalai apa tujuan hidup mereka di dunia ini. Sebagaimana disebutkan dalam QS Adz Dzariyat
(51) : 56, yang artinya
“Aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”
Jika di dalam hati telah
tertanam kebesaran akhirat, tidak ada kecintaan pada dunia, dan nilai amal
serta agama yang semakin yakin maka itulah HATI YANG SEHAT.
Dunia itu penting tapi
BUKAN yang TERPENTING. Ibarat sebuah kapal yang sedang berlayar mengarungi
samudera, tetapi dengan syarat jangan sampai air masuk ke kapal tersebut.
Itulah perumpamaan hidup di dunia. Kita hidup di dunia ini harus ingat untuk
apa kita diciptakan, kita boleh mencari dunia tetapi jangan sampai dunia
merasuk ke dalam jiwa kita. Jangan sampai dunia menjadi keyakinan bagi kita.
Dunia ini tidak akan ada
artinya apa-apa jika kita tidak taat kepada Allah. Lalu, bagaimana caranya agar
dunia yang dititipkan Allah menjadi ladang amal bagi kita??
a.
Keyakinan kita harus benar,
meliputi rukun iman dan rukun islam
b.
Dijalankan seperti yang
dituntunkan oleh Rasulullah SAW
c.
Dilakukan dengan ikhlas
semata-mata karena Allah
Yang terpenting adalah
USAHA ATAS IMAN
QS AL Maidah (5) :36
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka
memiliki segala apa yang dibumi dan ditambah dengan yang sebanyak itu lagi
untuk menebus diri mereka dari azab pada hari kiamat, niscaya semua tebusan itu
tidak akan diterima dari mereka. Mereka tetap mendapat azab yang pedih”.
QS Ali Imran (3) : 91
“sungguh orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran,
tidak akan diterima tebusan dari seseorang diantara mereka sekalipun berupa
emas sepenuh bumi, sekiranya hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah
orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong.
QS Fathir (35) : 37
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: Ya Tuhan Kami,
kelurkanlah kami dari neraka, niscaya kami akan mengerjakan kebajikan,
yang berlainan dengan yang telah kami
kerjakan dahulu (dikatakan kepada mereka), bukankah Kami telah memanjangkan
umurmu untuk dapat berpikir bagi orang
yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?
Maka rasakanlah azab Kami dan bagi orang-orang yang zalim tidak ada seorang
penolongpun.
Amal sholeh itu ada karena
adanya iman. Apalah artinya hidup berlimpah harta jika hina di hadapan Allah. Pengorbanan
yang kita lakukan tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kemurahan
Allah SWT. Dan ketika sakaratul maut semua umat manusia sadar sesadar sadarnya akan
pentingnya iman tetapi apalah arti kesadaran itu jika maut telah menjemput.
Ketika hari hisab tidak ada lagi yang namanya nasab (hubungan darah) yang ada
hanya hubungan iman semata. Manusia punya potensi untuk berkorban. Berjuang
untuk agama itu tidak lama dan pengorbanan untuk agama mutlak diperlukan.
Ciptakanlah lingkungan iman.
for my beloved in my life
Ayah
ibu
Jangan
pernah melarang ku untuk menjenguk kalian walau hanya sekejap mata. Mungkin kalian tidak tahu betapa hebatnya
kalian dimataku atau mungkin kalian tidak tahu bagaimana rasanya merindukan orang orang
terkasih dalam hidup kalian. Ibu, mungkin kau belum pernah merasakan rindu yang teramat
sangat pada ibumu. Ayah, mungkin kau juga belum pernah merasakan kerinduan pada
ayah atau ibumu karena mungkin kau memilih jauh dari mereka sebagai wujud bakti
anak kepada orangtua.
Aku
pulang, tidak hanya sekedar meminta apa yang seharusnya kalian berikan. Aku
merindukan kalian. Tolong jangan larang aku untuk pulang. Banyak hal yang ingin
aku sampaikan. Ibarat aku sebuah laptop, aku butuh charger ketika baterai ku
habis. Charger ku adalah kalian: ayah ibu. bukan masalah seberapa lama aku
bertemu kalian. Yang penting aku bisa mengisi ulang baterai ku yang habis.
Mengisi ulang motivasi ku untuk tetap survive dalam menggapai cita-citaku di tanah perantauan ini.
Aku
kecewa ketika ayah melarangku untuk pulang. Mungkin kau punya pertimbangan lain
dalam melarangku tapi aku tidak tahu apa itu. Aku sangat menantikan hari
kepulanganku ke rumah. Tapi ketika ku meminta ijin untuk pulang, kau
melarangku. Betapa kecewanya diriku. Tanpa sadar, aku menitikkan air mata.
Hanya satu kata yang terpikirkan olehku “aku kecewa”.
Maafkan
aku, ayah ibu. aku belum mampu untuk menerima atau membalas sapaan kalian.
Mungkin saatnya nanti, aku bisa menghilangkan rasa kecewa ku. Sekali lagi maaf,
mungkin belum saatnya.
Ku
tulis di sebuah rumah kos di malam minggu yang sepi dengan ditemani secangkir
moccachino dan televisi.
14
oktober 2012
Opening at Saturday night.
Ketika
kuminta kebahagiaan, Tuhan tidak memberikan kebahagiaan tetapi Dia memberikan
kesempatan untuk bahagia. Setiap orang punya cara tersendiri untuk bahagia, begitu juga definisi bahagia. Kalo kata ketua MSC bilang “kebahagiaan sejati
adalah ketika melihat orang-orang yang kita sayangi berprestasi bersama kita”.
Kalau
menurut hadits “kebahagiaan yang haqiqi adalah ketika kau menjalankan perintah
Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad SAW ”.
Menurutku
“kebahagiaan itu bukan sesuatu yang harus diperlihatkan tetapi hanya kita yang
bisa merasakan. Kebahagiaan itu tentang ketentraman hati”
Kebahagiaan
memang tak pernah bisa diukur. Jika kebahagiaan bisa diukur pasti tidak ada
satuan yang dapat menyatakannya.
AKU
BAHAGIA KARENA AKU PUNYA ENGKAU YA ALLAH
I AM
HAPPY AND I MUST BE HAPPY.
Aku turut Bahagia, Teman
Semua
bermula ketika ba’da maghrib di hari Rabu, kuterima sebuah sms yang meminta ku
segera mengirim email tugas lah, ada juga yang meminta ku untuk segera mengirim
menu makanan dan informasi gizinya lah. Terus giliran aku sms ke seorang teman
agar segera mengirim rincian dana, ada juga yang bertanya ini dan itu. Malam
itu, seakan-akan Hpku belum berhenti dari gaungnya hingga jam 10 malam. Di
tengah-tengah kebingunganku untuk memilih mana yang lebih prioritas, terselip
sebuah sms tanpa nomor. Dengan perlahan aku baca sms itu. Aku tekan tombol di hp sampai 2 baris
terakhir. Aku kenal dengan bahasa sms itu bahkan aku sangat mengenalnya. Ya, di
baris terakkhir dari isi sms itu tertulis dengan jelas nama pengirimnya. Isinya
sebuah kabar yang menggembirakan bagi si pengirim sms sampai-sampai dia
memberitahukannya kepada orang lain. Aku hanya bisa terdiam sejenak dan
mengiyakan dalam hati “O iya”. Berusaha menata hati sejenak. Tarik nafas
panjang dan meyakinkan diri sendiri bahwa aku turut bahagia atas kebahagiaamu
teman. Hp itu masih tepat dalam genggaman tanganku. Namun, tak lama segera ku
letakkan di atas ranjang temanku. Ya, saat tu aku tengah bingung dengan amanah ku, aku memilih
untuk ke kamar temanku sekaligus meminjam netbooknya. Tak sampai satu menit,
aku raih hp yang ada di atas ranjang. Ku buka dan aku menuju ke kotak pesan
lalu aku reply sms tadi “Alhamdulillah ukh, barakallah” send to…… tak lama kemudian
aku menerima balasan sms “syukron ukh”.
Dengan
mantap aku yakinkan dalam hati bahwa AKU BAHAGIA.
Sebenarnya
malam itu bukan malam yang berat tetapi malam yang penuh dengan hikmah. Tetap
katakan alhamdulilllah ketika ujian menyapa. Itu tandanya Allah masih sayang.
Allah
memang gag pernah salah ketika menilai hamba-Nya. Mungkin akan lebih baik ketika
aku menerima sms itu bersamaan dengan banyaknya amanah. Hanya satu kata yang
kuigat saat itu Move On dha, kamu gag pernah bisa maju jika hanya terpaku pada
maa lalu. Mungkin ini rencana terbaik yang Allah berikan untukmu.
Bulan
bersembunyi di balik peraduannya, melihat dari sela-sela awan.
10.10.12
Kamis, 22 Desember 2011
Kesempatan
1.12.2011
Setiap orang berhak untuk mendapatkan kesempatan yang kedua. Bukan memberikan kebebasan bagi mereka untuk melakukan kesalahan yang sama tetapi memberikan waktu bagi mereka yang ingin berbuat kebaikan dan untuk menebus masa lalunya. Apakah salah kalau kita memberikan kesempatan bagi mereka? Apakah salah jika kita berbaik sangka pada mereka? Hanya kita yang bisa menjawabnya.
Kita tidak akan pernah tahu kapan waktu eksekusi kita, tapi kita tahu saat ini kita masih diberi kesempatan untuk memanfaatkan waktu yang kita miliki sekarang. Andaikan kita tahu waktu eksekusi kita maka kita akan berbuat kebaikan semaksimal mungkin ketika waktu eksekusi mulai dekat. Tetapi kita tidak akan pernah tahu kapan. Kesempatan yang kita miliki sekarang adalah hal yang paling berharga untuk disia-siakan. Masa lalu adalah yang lalu, sekarang adalah saat ini, masa depan adalah hal yang tidak pasti. Manfaatkan waktu yang kita miliki sekarang bukan nanti dan bukan esok. OK.
Inspired by Harmony
Langganan:
Postingan (Atom)